Banner adz

Friday 4 March 2016

Unknown

Tips-Standar 1:



Tips Standar 1
PADA postingan awal, bahwa untuk dapat memperoleh nilai akreditasi diperlukan ketelatenan dan kejelian sebelum pengisian.  BAN-PT telah membantu kita untuk proses pengisian, silahkan Anda cermati dan pahami yang ada pada Buku 6: Matrik Penilaian.
Berikut share  pengisian borang akreditasi untuk program studi.
TIPS:
Semua jawaban dalam bentuk narasi. Dan jawaban harus berada di dalam kotak yang sudah disediakan. Sedangkan jenis font yang digunakan gunakan arial 11.  
Narasi jawaban harus menjawab pertanyaannya, tekniknya gunakan kata-kata kunci yang ada pada buku 6: Borang Matrik Penilaian dari BAN-PT.
Bobot penilaian pada standar 1 adalah 2,62 dan terdiri atas 4 pertanyaan.

Standar 1. Visi, Misi, Tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian  
1.1    Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 
        1.1.1      Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi, serta  pihak-pihak yang dilibatkan.

Isian standar ini merupakan standar yang mencerminkan mutu pengelolaan. Apakah layak dan menuju masa depan yang jelas atau sebaliknya. Dan rumusan Visi MISI harus mudah dan dipahami serta jabaran logis serta wajar.

Gunakan kata kunci:
Visi, Misi, Tujuan, dan sasaran: (1) sangat jelas; (2) sangat realistic; (3) saling terkait satu sama lain; dan (4) melibatkan dosen, mahasiswa , tenaga kependidikan, alumni dan masyarakat pengguna.






1.1.2  Visi

Tuliskan visinya




1.1.3  Misi

Tuliskan misi nya




1.1.4  Tujuan


Tuliskan tujuan



1.1.5  Sasaran dan Strategi Pencapaiannya

Kata kunci:
Tahapan waktu dan kerealistikan serta kelengkapan dari dokumen (sebutkan dokumen yang dimiliki)




1.2    Sosialisasi
        Uraikan upaya penyebaran/sosialisasi visi, misi dan tujuan program studi serta pemahaman sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan.

Kata kunci:
Sosialisasi dipahami dengan baik oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan




Read More
Unknown

Borang Akreditasi Program Studi

Borang Akreditasi Program Studi

Dalam rangka menjamin mutu lulusan program Akdemik  pendidikan Sarjana, maupun program pendidikan Vokasi, setiap penyelenggara pendidikan tinggi tentunya memikirkan hasil luaran (lulusan) diterima dan diakui oleh masyarakat. Untuk itu dengan hasil Akreditasi programan menjadi salah satu kunci sukses, karena bagi program studi yang terakreditasi dari pemerintah (BAN-PT) telah memenuhi kelayakan penyelenggaraan. apalagi jika program studi yang diselenggarakan terkareditasi memiliki peringkat "A".  BAN-PT sesuai dengan tugas dan wewenang, yang menjamin bahwa mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi khususnya program studi yang mengajukan untuk di akreditasi memiliki kelayakan.  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  akreditasi memiliki manfaat :

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.
Standar akreditasi program studi  mencakup komitmen program studi untuk memberikan layanan prima dan efektivitas pendidikan yang terdiri atas tujuh standar, yaitu:  

Standar 1.     Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian    
Standar 2.    Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan mutu
Standar 3.     Mahasiswa dan Lulusan
Standar 4.     Sumber daya manusia
Standar 5.     Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
Standar 6.     Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi
Standar 7.     Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama

Deskripsi masing-masing standar beserta rincian  elemen-elemen yang dinilai adalah KUNCI untuk mengisi instrumen-instrumen. Jumlah instrumen ada 100 instrumen.

Prosedur
Berikut secara ringkas prosedur akreditasi program studi:   
Program studi mengajukan permohonan kepada BAN-PT, lampiran persyaratan:
  • SK pendirian program studi 
  •  Izin operasional program  
BAN-PT melakukan kajian permohonan, memverifikasi kelengkapan borang BAN-PT menunjuk TIM Asesor untuk melakukan kunjungan ke program studi yang mengusulkan BAN-PT menetapkan dan mengumumkan hasil akreditasi  
Untuk kali ini, akan di share , mengenai bagaimana menyusun dan mengisi dengan hasil NILAI maksimal, tunggu postingan  Tip memaksimalkan nilai akreditasi....

Refensi :
Buku-2 : Standard dan Prosedur Akreditasi Sarjana
Read More

Tuesday 23 February 2016

Unknown

Hipotesis-Penelitian




Hipotesis Penelitian  dilakukan dalam rangka menempuh serangkaian arah agar penelitian sesuai dengan tujuannya. Misalnya jika suatu penelitian dilakukan untuk mengungkapkan korelasi variabel A terhadap variabel B, maka hipotesis  menjadi pengendali bagi kegiatan penelitian yang  dilakukan, yaitu mulai dari pemilihan sampel, penyiapan instrumen, pengolahan data, sampai pada uji statistik yang mengarah pada pengujian hipotesis yang dikeluarkan.

Rumusan hipotesis penelitian haruslah baik, yaitu mudah dipahami, dan memuat variabel-variabel permasalahan penelitian.  Dan jangan lupa bahwa hipotesis penelitian memiliki nilai prediktif (dugaan) yang sesuai kajian dalam literatur. Maksudnya konsistensi penelitian tidak bertentangan. Pada tulisan kali ini, hanya memaparkan bagaimana caranya merumuskan hipotesis penelitian, yaitu hipotesis nol (hipotesis statistik) dan hipotesis alternatif (hipotesis kerja/hipotesis deklaratif).
Hipotesis alternatif adalah rumusan hipotesis (yang dirumuskan peneliti) dalam penelitiannya, sedangkan hipotesis nol adalah hipotesis bandingan dari hipotesis alternatif yang akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan alat uji statistik.

Untuk memudahkan Anda, berikut ilustrasi “Anda telah menemukan kesimpulan bahwa teknik membaca dengan model tertentu dapat meningkatkan kemampuan kecepatan membaca para peserta didik. Dari hasil pengolahan data, misal diperoleh angka sebagai berikut (data dilakukan terhadap dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen, dan kelompok kontrol):
·         Pada kelompok eksperimen diperoleh : kecepatan membaca  rata-rata meningkat 25,5 poin yaitu dari 114,5 menjadi 140)
·         Pada kelompok kontrol diperoleh:  diperoleh 4,5 poin, yaitu dari 112 menjadi 116,5.


                               Data ilustrasi di atas terdapat perbedaan kenaikan dalam kecepatan membaca sebesar 21 poin ( 25.5 poin – 4.5 poin).  Arti perbedaan sebesar 21 poin menjadi perhatian untuk kita telusur. Bisa saja diakibatkan dari pemberian perlakuan berupa teknik membaca yang sudah diberikan, atau bisa saja karena faktor kebetulan saja.  Atas dasar tersebut di atas, dapat disusun hipotesisnya : Hipotesis alternatif: teknik membaca model tertentu dapat meningkatkan kecepatan membaca.
Hipotesis nol (ditempatkan sebagai sandingan): teknik membaca model tertentu tidak memberi pengaruh dalam meningkatkan  kecepatan membaca.

Selanjutnya hipotesis penelitian terbagi menjadi dua, yaitu hipotesis terarah dan hipotesis tidak terarah. Berikut disajikan  contoh hipotesis penelitian.
Hipotesis alternatif terarah:
 “ prestasi belajar matematika peserta didik di sekolah lanjutan atas yang membahas soal-soal formatif di rumah lebih baik daripada membahasnya di sekolah “
Hipotesis nol terarah:
“ prestasi belajar matematika peserta didik di sekolah lanjutan atas yang membahas soal-soal formatif di rumah tidak lebih baik daripada yang membahasanya di sekolah”
   
Hipotesis alternatif tidak terarah:
“ ada perbedaan prestasi belajar bahasa Inggris siswa SMP  yang membahasa soal-soal formatif di rumah dengan siswa yang membahasanya di sekolah”
Hipotesis nol tidak terarah:
“ tidak ada perbedaan prestasi belajar bahasa Inggris siswa SMP  yang membahasa soal-soal formatif di rumah dengan siswa yang membahasanya di sekolah”

Secara umum, kekeliruan dalam merumuskan hipotesis peneltian ini dapat diperlihatkan berikut ini:
Maksud dari kekeliruan tipe 1 :  artinya menolak hipotesis yang seharusnya diterima
Maksud dari kekeliruan tipe 2 :  artinya menerima hipotesis yang seharusnya ditolak
Kita kembali pada contoh di atas “pengaruh penggunaan teknik membaca.....”
Jika dirumuskan kembali ( untuk keperluan Penelitian )
Hipotesis nol :
 “Teknik membaca model tertentu tidak berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan efektif membaca”
Hipotesis alternatif:
“teknik membaca model tertentu berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan efektif membaca”
Kekeliruan tipe 1 terjadi jika hipotesis nol diterima sebagai akibat kesalahan atau kekeliruan dalam merandom (sampel acak).

Semoga bermanfaat...................
Next  bahasan tentang signifikan

Read More